Apa yang perlu kita bahas
malam ini?
Tentang cinta?
Masalalu?
Masa sekarang? Atau
Masa depan?
Oke, kita mulai dari cinta.
Karena, apapun yang berawal
dari cinta semoga berakhir indah tanpa dusta.
Cinta?
Sebagian orang bingung
mengartikannya.
Entahlah, aku juga.
Aku bertanya kepada diriku
sendiri, penting mana antara cinta dan kasih sayang?
Ada yang mau membantu untuk
menjawab?
Aku sudah terlalu lama
berpikir tentang itu, namun tak kunjung menemukan jawaban yang tepat.
Aku ingin sedikit berbagi
cerita tentang diriku yang dulu.
Selama duduk di bangku SMA
aku menutup diri dari laki-laki yang menyukaiku. Bukan sengaja, semuanya aku
lakukan karena memang ada alasan penting dibalik itu.
Oh yaa, aku tidak sepenuhnya
menutup diri layaknya 'introvert' aku punya banyak teman juga sahabat.
Walaupun masa SMA aku
memutuskan untuk tidak pacaran, bukan berarti aku tidak 'jatuh cinta' (kagum
dalam diam).
Jatuh cinta diam-diam dengan
seseorang, membantu aku melaksanakan janjiku untuk tidak pacaran. Why?
Saat ada lelaki yang datang
menyatakan cintanya padaku, hanya satu alasan agar aku bisa lepas, 'aku sudah
jatuh cinta kepada yang lain'. Terlihat sangat egois bukan?
Sebenarnya itu hanya alasan
klasik agar prinsip ku untuk tidak pacaran, berhasil.
Bertahun-tahun pura-pura
untuk jatuh cinta kepada bayangan, berhasil membuat masa SMA ku tanpa
'pacaran'.
Bahagia, tentu. Tidak ada
kebohongan yang aku lakukan kepada orang tua ku, hanya sekedar untuk minta izin
'jalan dengan pacar'.
Orang-orang yang dulu pernah
berjuang untukku, semua hilang satu persatu.
Sebagian dari temanku banyak
yang tidak mengetahui janjiku untuk tidak pacaran selama masa SMA. Tapi tidak dengan dua sahabat ku (D
dan A).
Orang-orang yang slalu ada di
saat kondisi apapun.
Sedikit cerita tentang
sahabatku, si D sekarang lagi kuliah disalah satu Universitas negeri Kalimantan. Sedangkan, si A di Poltekkes
Kalimantan. Mereka berdua di provinsi yang sama namun beda Kabupaten.
Si D sampe sekarang masih
mengagumi seseorang sejak SMP, aku tau dia sengaja tetap kagum dengan orang itu
untuk waktu yang lama karena ketakutannya untuk membuat 'status'. Mungkin itu
salah satu alasannya yang ku tau.
Hampir sama dengan si D,
sahabatku yang satu ini sudah mengagumi seseorang untuk waktu yang sangat lama.
Tanpa ada lelaki lain yang menggoyahkan
prinsipnya.
Kalau si D sempat ada lelaki
yang 'hampir' membuatnya berpindah hati.
Sampe sekarang A masih tetap
setia dengan kekagumannya dalam diam.
6 tahun? Bukan waktu yang sebentar.
Sempat beberapa waktu lalu,
aku menyarankan kepada A untuk mengungkapkan semua perasaannya kepada lelaki
itu. Agar hatinya sedikit plong.
Dia menolak. Dia akan tetap
menunggu. Menunggu, tanpa sepengetahuan.
Semoga berhasil
sahabat-sahabatku...
Sedangkan aku, memilih jalan
yang berbeda dengan mereka.
Aku memilih untuk berhenti
kagum dengan orang yang sama sekali tidak tau kalau dia sedang dikagumi.
Membuka diri dengan cinta
yang baru?
Jawabannya, iya.
Beberapa bulan setelah
mendapat title sebagai mahasiswa, aku mulai jatuh cinta.
Dengan orang yang nyata,
bukan bayangan.
Saat dia menyatakan cinta,
aku menjawab tanpa menunda.
Kebanyakan dari wanita
menunda-nunda untuk memberikan jawaban, ada dua alasan : Dia gengsi dan dia
tidak benar-benar mencintai.
Dulu pernah waktu SMP teman
lelakiku menyatakan cintanya padaku dan aku menunda memberi jawaban hingga 2
minggu lamanya, sedangkan aku pacaran dengannya cuma satu hari. Bayangkan
betapa kejamnya aku.
Dari masalalu aku banyak
belajar, membuat seseorang menunggu itu menyakitkan.
Kalau suka bilang suka, dan
kalau tidak bilang tidak. Apa salahnya?
Hanya sekedar saran untuk
teman-teman wanitaku di luar sana.
Kalau alasannya perlu waktu
buat mikir dia serius atau gak, kenapa tidak pada saat pendekatan?
Sebenarnya aku tidak terlalu
setuju saat seseorang menyatakan cinta dan memberi alasan 'aku ngerasa nyaman
sama kamu', suatu saat dia pergi dengan alasan 'aku udah ngerasa GAK nyaman'.
Yang pada dasarnya itu hanya
alasan klasik karena dia sudah 'bosan'.
Oke, lanjut.
Aku membuat 'status'
dengannya.
Iya, status sebagai
kekasihnya.
Lewat tulisan ini aku ingin
menyampaikan sesuatu yang tidak bisa aku sampaikan secara langsung, kekasih.
Semoga kamu bisa menerima
segala keanehanku.
Aku memang berbeda, dengan
wanita lainnya.
Aku aneh (titik).
Kejujuran dan kepercayaan,
ini hal yang bagiku sangat penting untuk sebuah hubungan.
Aku adalah orang yang benci pengkhianatan. Kamu pasti sudah
tau itu.
Dan aku juga adalah orang
yang paling benci dijadikan tempat
sebagai pelampiasan masalalu.
Karena, kamu juga pasti sudah
tau rasanya ada di posisi itu. Tidak enak, yaa menyakitkan rasanya.
Aku juga bukan orang yang
romantis, karena aku sama sekali tidak berpengalaman.
Kamu adalah orang pertama
membuatku mengerti bahwa kekasih itu bukan hanya tempat untuk ngasih kabar,
tetapi tempat untuk berbagi cerita dan bersama-sama mencari solusi.
Aku berharap kecanggungan
antara kita cepat hilang.
Karena kita kekasih dan juga
sahabat.
Mungkin sebagian besar
teman-temanku sudah tahu. Bahkan kamu.
Apapun yang terjadi
kedepannya, tetap bersama atau tidak semoga kita baik-baik saja.
Maafkan tulisan yang tidak jelas ini, butuh waktu lama untuk mengetik kalimat demi kalimat.
Lebih lama dari menulis laporan, percayalah...
Postingannya asiikk
BalasHapuspacaran udah nih si detry wkwk
Duhh di baca sama fatimah wkwk
BalasHapusMampir sambil baca baca disini..
BalasHapus