Sekedar tulisan aneh dari jari-jari mungil.

Apa ini pengkhianatan ?

Assalamualaikum.

Terpaksa postingan beberapa waktu lalu harus saya draft. Banyak sekali kekurangannya, mulai dari penulisannya, alur ceritanya dan orang-orang 'kepo' yang ingin tau siapa orangnya. Wajar aja sih, tapi takutnya saya diburu oleh penggemar.

Saya mau cerita tentang satu kata yang bikin semua orang bahagia kalau punya PACAR "Sahabat".

Kalian punya sahabat ?
Kalau punya kalian orang yang beruntung.

Berbicara tentang sahabat, mungkin sudah tidak asing lagi.
Sebagai manusia biasa, saya tidak akan bisa hidup sendiri. Dari saya duduk di bangku SD hingga SMA saya mempunyai sahabat-sahabat,
Jika di SD selama 6 tahun saya mempunyai sahabat tetap. Emang ada yah ?
Tapi kalau di SMP hingga SMA saya punya tapi tiap tahunnya ganti-ganti. Kalau cowok gak pernah ganti, karena gak punya. Loh jangan ngomongin cowok atuh!....
Di SMP kalau naik kelas, pasti orang-orangnya bakal di acak.
Jadi gak mungkin selama 1 tahun saya sosialisasi sama satu sahabat. Pasti ada orang baru yang bakal datang dan membuat kenyamanan dalam hal apapun itu. Mungkin dia bisa di panggil sahabat ~

Tetapi bukannya sombong dengan sahabat lama, memang keadaan membuat jarak kami semakin kurang komunikasi.
Saya punya sahabat lama dari SMP yang sampai SMA kami baik-baik saja. Apapun kalau hati lagi tidak enak, dialah tempat saya mencurahkannya.
Untungnya setelah lulus SMP saya masih satu SMA dengannya, tapi tidak dengan sahabat-sahabat saya yang lain.

Ya hampir 4 tahun persahabatan saya dengannya mulai dari kelas 8 SMP hingga 11 SMA. Ternyata persahabatan saya dengannya terbatas oleh waktu, yang dulunya saya berharap akan baik-baik hingga kami menutup umur nanti. Ya, itu cuma secercah harapan yang sekarang hanya menjadi angan-angan!

Saya dengannya tak lagi sedekat dulu.
Kelas 10 saya tidak sekelas dengannya, kelas 11 kami sekelas. Dan lebih asyik lagi kami berdua teman sebangku.

Setengah tahun berlalu kami baik-baik saja. Tiba-tiba tanpa rencana dan harapan persahabatan kami tak sebaik dulu, tak sedekat dulu, dan tak harmonis. Saya punya sahabat baru yang membuat nyaman hidup saya, jauh lebih nyaman. Berbeda pada saat saya dengannya. Bukannya tidak nyaman, nyamannya hampir jarang saya rasakan.

Kumpul dengan sahabat barupun membuat saya berpikir lebih maju, tidak ada pembicaraan tentang pacaran. Ataupun hal-hal yang tidak penting lainnya. Sekarang saya mengerti sahabat bukan hanya ada pada saat sedih, harusnya juga ada saat bahagia. Di mana semua kebahagiannya harus dirasakan bersama-sama, bukan hanya untuk dinikmati sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Argyle Creme Template © by beKreaTief | Copyright © PURMA's